Winamp For Linux !

Written by admin on June 30, 2007 – 10:44 am -

1002748075-1.jpg

Akhirnya Winamp sudah di rilis ke versi linux. Di Sistem operasi lain, winamp sudah sangat terkenal. Saat ini, Winamp Versi Linux sudah sampe level 3 beta 1. Program ini sudah dites di Ubuntu dan lancar lancar saja hasilnya. Cuma, skr penulis lg ngetes di Linux XP, masih trouble.

Buat temen2 yang mau download bisa langsung klik disini.

Subscribe to my RSS feed

Audio Editing AudaCity Linux!

Written by admin on June 26, 2007 – 10:37 am -

audacity-logo-r_50pct.jpgAudaCity adalah program editing untuk audio, ada yang versi linux dan ada juga yang versi windows. Buat temen-temen yang seneng ngedit lagu/mp3 untuk ringtone hp, sangat cocok apabila menggunakan aplikasi yang satu ini.

Dengan User Interface yang sangat simple dan mudah sekali untuk difahami, membuat aplikasi yang satu ini sangat mudah sekali dioperasikan. Selain untuk mengedit mp3, Audacity juga mendukung type ogg dan wav

Silahkan download disini. Gratis tis tis!

Subscribe to my RSS feed

Real Player For Linux !

Written by admin on June 26, 2007 – 10:31 am -

logo_real.gifIni buat yang biasa pake mutar video pake real player, ada yang versi linux juga kok, jadi gak usah kuatir kalo file2 rm gak bisa dibuka di linux. Kalo mau download, silahkan langsung download atau masuk dulu ke situs resmi real player.

Real player for linux mendukung beberapa format file multi media, diantaranya RealAudio, RealVideo 10, MP3, Ogg Vorbis & Theora, H263, AAC, .3gpp dan masih banyak tipe data multimedia yang lain yang bisa dibaca oleh Real Player for linux ini.

Untuk instalasi [dalam bentuk .bin] , kita tinggal masuk konsole, login sebagai root lalu, berikan perintah ./RealPlayer10GOLD.bin atau ini yang versi rpm Selamat mencoba.

Subscribe to my RSS feed

Beberapa alasan mengapa Linux bisa diandalkan!

Written by admin on June 23, 2007 – 10:39 am -

Aman!
Linux hampir tidak pernah terkena virus.
Tidak ada celah memasang backdoor.
Stabil
Kebanyakan webserver Linux tidak perlu di-restart bertahun-tahun.
Tidak perlu di-install ulang karena Linux menata sistemnya dengan baik
Gratis dengan lisensi GPL
Lupakan defrag hardisk
Filesystem ext3 Linux lebih cerdas dan terstruktur baik dibandingkan dengan fat32.
Penanganan bugs cepat
Tidak perlu menunggu keluarnya service pack.
Komunitas di seluruh dunia akan cepat menganggapi masalah Anda. Karena masalah Anda adalah masalah mereka juga. Selain itu dukungan komersial dari perusahaan Distro biasanya juga ada.
Bisa menghidupkan komputer tua
Banyak distro yang diciptakan untuk komputer tua.
Didukung perusahaan besar
IBM, Sun Microsystems, Hewlett-Packard, dan Novel, Inc
Murah dan aspek konfigurasi yang luas
Dipasang di TV, video recorder, router dan perangkat genggam termasuk ponsel.
Bebas dari ketergantungan
Siapa pun bisa meneruskan Linux yang ditinggalkan pengasuhnya.

Subscribe to my RSS feed

Kenapa harus takut menggunakan Linux?

Written by admin on June 21, 2007 – 1:52 pm -

Buat temen – temen yang masih enggan menggunakan linux, mengapa mesti enggan?

Tidak bisa dipungkiri lagi bawasannya linux sudah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, mulai dari mengetik naskah, kalkulasi angka, browsing, chatting, pencetakan, dll. Mengapa masih enggan.

Kalo masih keberatan komputernya diinstall linux, nggak usah di install, pake linux yang live cd aja, atau pake yang boot dari flash disk.

Ayo buruan pake linux, mumpung belum dikejar2 sama pak polisi ;)

Subscribe to my RSS feed

Membangun Proxy dengan Squid

Written by admin on June 20, 2007 – 12:56 pm -

Proxy server berfungsi untuk membuat salinan data yang dibaca dari Internet ke jaringan lokal kita sehingga jika di lain waktu kita mengakses data yang sama, maka data tersebut akan diambil dari jaringan lokal kita sehingga akan sangat menghemat bandwith kita ke Internet.

Squid adalah proxy server yang paling stabil dan paling umum digunakan untuk sistem operasi Linux. Instalasi dan setting squid tidak sesulit yang anda bayangkan, dalam artikel ini penulis akan berusaha untuk menunjukkan caranya.

Dalam artikel ini penulis menggunakan squid-2.3.STABLE1-5.1386.rpm, anda dapat mencarinya pada CD distribusi Linux anda atau dari Internet, anda dapat mencoba mencarinya di www.rpmfind.net.

Setelah anda mendapatkan file tersebut, perintah untuk menginstalnya adalah sebagai berikut:

bash# rpm -ivh squid-2.3.STABLE1-5.i386.rpm

perlu diperhatikan, tulisan bash# itu adalah prompt dari shell yang dipakai, jadi anda tidak perlu menuliskannya lagi dalam perintah anda.
Setelah instalasi selesai dan tidak terdapat kesalahan, langkah berikutnya adalah mengatur konfigurasi squid, bukalah file /etc/squid.conf dengan editor teks favorit anda (vi, pico, dll), file ini merupakan file konfigurasi squid.

Carilah baris yang berisi perintah berikut :

#http_port 3128

Perintah ini akan membuat proxy HTTP menggunakan port 3128 yang merupakan port default untuk squid. Aktifkan dengan menghilangkan tanda #. Anda dapat membuat nilai port HTTP proxy ini sesuai dengan selera anda, tetapi jangan arahkan ke port 80, terutama jika anda juga menjalankan Web Server, karena Web Server juga memakai port tersebut.

Langkah berikutnya, carilah baris perintah berikut :

#cache_mem 8 MB

Perintah tersebut digunakan untuk membatasi banyaknya memori komputer yang akan digunakan squid untuk menyimpan sementara obyek-obyek yang di cache. Batasan ini tidak ketat, suatu waktu jika squid membutuhkan memori lebih, dia dapat menggandakan memori yang dipakainya. Aktifkan baris ini dan ubahlah ukuran cache ini menjadi sebanyak yang anda inginkan, yang harus anda pertimbangkan adalah banyaknya memori yang dimiliki oleh komputer anda.

Berikutnya, carilah baris yang berisi perintah berikut :

# LOGFILE PATHNAMES & CACHE DIRECTORIES
# ————————————-

Setting berikut ini digunakan untuk mendefinisikan alokasi penyimpanan web cache kita. Setting yang pertama adalah :

#cache_dir /var/squid/cache 100 16 256

Nilai yang ada diatas adalah nilai default squid, jika anda ingin merubahnya maka aktifkan perintah ini.

Parameter pertama /var/squid/cache adalah nama direktori tempat kita akan menyimpan file-file cache. Anda dapat mengubah parameter ini ke direktori manapun, tetapi yang harus diperhatikan squid tidak akan menciptakan direktori baru, jadi bila parameter ini akan diubah, pastikan direktori tujuannya sudah ada dan squid mempunyai hak akses untukmenulis pada direktori tersebut.

Parameter selanjutnya, yang bernilai 100 adalah banyaknya ruang pada hard disk (dengan satuan Mega Byte) yang akan digunakan squid untuk menyimpan file-file cache nya. Ubahlah sesuai dengan kebutuhan anda.

Parameter selanjutnya, disebut dengan Level-1, adalah banyaknya direktori yang akan dibuat oleh squid dalam direktori cache nya. Sebaiknya penulis menyarankan untuk tidak mengubah parameter ini.

Parameter terakhir, yang disebut dengan Level-2, adalah banyaknya direktori level kedua, yaitu direktori yang dibuat di dalam tiap direktori level pertama diatas.

Langkah berikutnya, carilah perintah berikut :

# ACCESS CONTROLS
# ——————–

Baris perintah berikut ini digunakan untuk mendefinisikan daftar hak akses dalam jaringan anda, squid menyebutnya dengan Access Control Lists (ACL). Anda dapat mendefinisikan beberapa ACL disini. Dalam bagian access controls ini, carilah baris perintah berikut :

#Default configuration:
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
#
# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR
# CLIENTS
#
http_access deny all

Yang perlu anda lakukan disini adalah mendefinisikan ACL kita sendiri, kita non aktifkan perintah terakhir dan tambahkan satu baris perintah berikut :

http_access allow all

Sehingga akan menjadi seperti ini :

#
# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR
# CLIENTS
#
# http_access deny all
http_access allow all

sampai disini squid anda sudah selesai di setting, langkah berikutnya adalah untuk memastikan bahwa squid berjalan setiap kali kita jalankan Linux.

Jika anda menggunakan Red Hat Linux, anda harus login sebagai root, kemudian jalankan perintah setup. Dari situ masuklah ke menu System Service dan aktifkan pilihan squid.
Jika anda menggunakan SuSe, jalankan YaST dan masuklah menu System Administration kemudian pilih Change Config File dan carilah kata-kata START SQUID ubahlah nilainya dari NO ke YES.

Dengan demikian maka tiap kali anda masuk ke Linux, squid secara otomatis akan dijalankan.
Sebelum squid dapat berjalan, anda harus menciptakan direktori swap. Lakukanlah dengan menjalankan perintah :

/usr/sbin/squid -z

Perintah ini hanya perlu dijalankan satu kali saja ketika squid pertama kali akan dijalankan pada komputer anda.

Untuk menjalankan squid tanpa merestart komputer, gunakan perintah :

bash# /etc/rc.d/init.d/squid start

Sampai disini anda sudah melakukan instalasi, setting dan mengaktifkan squid, hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengarahkan browser milik komputer client ke port proxy server kita sesuai dengan yang kita pakai pada setting diatas. Mudah bukan?

Subscribe to my RSS feed

Instalasi Yahoo Messenger di Mandriva 2007 [spring]

Written by admin on June 17, 2007 – 7:26 pm -

Sangat mudah untuk menginstall Yahoo Messenger di Mandriva. Ikuti langkah-langkah berikut ini : [Penulis menggunakan Mandriva 2007, dan FireFox]

1. Download Yahoo Messenger for Unix. [Packaged: RPM]

2. Setelah proses download selesai, pada tab Download di FireFox Tekan “Open”.

3. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

4. KDE Start-> Internet-> Yahoo Messenger!

5. Selesai ;)

Langkah – langkah untuk menggunakan Yahoo Messenger ini sangatlah mudah, sama persis dengan Yahoo Messenger di Sistem Operasi Lain.

Selamat Mencoba.

Subscribe to my RSS feed

eXTReMe Tracker