Bos Microsoft: Pusat Penelitian Microsoft di Indonesia? Bisa!

Jakarta – Indonesia dikatakan mempunyai prospek untuk dipilih menjadi pusat penelitian Microsoft selanjutnya. Pasalnya, negara kita dinilai telah memenuhi salah satu persyaratan yang dibutuhkan.

Craig Mundie, Chief Research & Strategy Officer Microsoft Corporation mengatakan, sama seperti beberapa negara lainnya, Indonesia mempunyai keuntungan dalam hal jumlah penduduk yang besar. Sumber daya manusia inilah yang seharusnya menjadi faktor penting bagi suatu negara untuk maju.

“Namun, untuk membuat sebuah pusat penelitian di suatu negara itu butuh konvergensi dari beberapa faktor. Seperti terkait skill dan mobilitas penduduknya, jadi tak hanya jumlah penduduk saja,” tukas Mundie, di acara jumpa pers The Government Leaders Forum di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (8/5/2008).

Beberapa negara di Asia yang telah dijadikan sebagai laboratorium pengembangan teknologi Microsoft ini adalah China dan India. Dikatakan Mundie, untuk kedua negara tersebut saja perlu dimulai secara bertahap. “Yakni berawal dengan proyek-proyek kecil. Dimulai dengan berjalan dulu, baru berlari,” imbuhnya.

Sementara untuk Indonesia, diakui Mundie, peluang itu masih tetap terbuka lebar. “Ini area yang masih bisa terus digarap, namun butuh waktu. Dalam jangka panjang, hal ini (pembangunan pusat penelitian-red.) bisa saja berjalan,” tutupnya.