Kasus Bandara Banyuwangi.

Tadi jam 5an lihat acara di tv 1, temanya tentang dugaan kasus penggelapan dana pembangunan bandara di banyuwangi, kalo ndak salah daerah blimbingsari ;). Tidak tanggung – tanggung, nilai yang di “gelap”kan sejumlah lebih dari 9 M, 9 Milyar Guys, wow.

Intinya, kru dari tv 1 itu ingin melakukan konfirmasi terhadap pihak – pihak yang terkait dengan pembangunan bandara, salah satunya adalah bupati banyuwangi yang – kalau tidak salah tadi – sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Continue reading “Kasus Bandara Banyuwangi.”

Pesta Blogger 2009

Lebih dari seribu blogger diperkirakan siap menyerbu kota Jakarta, pada Sabtu (24/10/2009). Ada apa? Untuk menghadiri Pesta Blogger 2009.

Hal tersebut diungkapkan oleh Iman Brotoseno, selaku Ketua Panitia Pesta Blogger 2009. Continue reading “Pesta Blogger 2009”

Termehek mehek yang bener bener bengek.

Termehek – mehek, ternyata palsu. Program televisi Termehek-Mehek membohongi penonton, karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas, kata Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI), Fetty Fajriati Misbach.

“Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Itu membohongi masyarakat,” kata dia usai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam, Kamis (11/6).

Menurut dia, tayangan Termehek-Mehek tidak sepenuhnya kisah nyata, karena telah dibumbui. Seharusnya, tim program Termehek-Mehek jujur dengan menyebut Termehek-Mehek sebagai drama reality, bukan reality show.

Selain itu, pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi: ‘Tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat’, juga bukti pembohongan, kata Fetty.

“Dengan tulisan itu, seolah-olah ini tayangan nyata,” kata dia.

Di tempat yang sama, perwakilan Trans Coorporation, Panca, mengakui Termehek-Mehek tidak murni kisah nyata, melainkan drama reality.

“Dari awal, kita maunya drama reality, tapi AC Nielsen tidak memiliki genre itu,” kata dia.

Ia menduga pengkotakan reality show untuk Termehek-Mehek akan menjadi masalah. Sementara itu, Wakil Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau, Aulia Indriaty, mengatakan perbedaan antara reality show dengan drama reality pada fakta.

Reality show masuk dalam tayangan non fiksi. Sedangkan drama reality masuk pada fiksi,” kata dia.

Pada drama reality, kata dia, sebuah kenyataan bisa didramatisir sehingga menghibur. Sedangkan tayangan non fiksi harus murni kenyataan, tanpa rekayasa.

Reality show tanpa skenario, drama reality dijalankan sesuai naskah,” kata dia. nah, pemisa Termehek mehek, ketipu kan ?

Incoming search terms:

contoh naskah talk show tv, contoh naskah talk show, contoh naskah reality show, contoh naskah Variety Show, contoh script reality show, contoh naskah non drama tv, contoh skenario talk show, contoh script talk show, contoh variety show, pengertian variety show

Salut Untuk Bang Onno dan Kawan2 yang mensosialisai Linux ke Timor Leste.

Artikel ini di ambil dari detik.com

Dili – Hari pertama dimulai pagi hari, dengan pengenalan dengan Open Source. Apa itu F/OSS, apa saja keuntungannya, dan seterusnya. Sesi pagi berjalan seru, dengan para peserta saling silih berganti bertanya mengenai berbagai hal.

Ada yang bertanya kemampuan Linux untuk menjalankan program DOS dan Windows yang agak lama, karena Windows Vista tidak bisa. Solusinya ada di Linux, yaitu software Dosemu dan Wine. Ada lagi yang menanyakan apakah kita bisa membuka data kita di Linux dan Windows, tentu saja dan ini mudah sekali, yaitu dengan menggunakan OpenOffice. Dan seterusnya, sampai waktu hampir habis.

Sebelum itu terjadi, acara diselingi dengan demo Linux yang terpasang di laptop kita. Para peserta cukup tercengang, tidak menyangka Linux ternyata bisa lebih bagus daripada Windows dan Mac sekalipun. Laptop demo tersebut sudah di-setup sangat bagus tampilannya, dan dengan berbagai efek 3D, yang tidak ada baik di Vista maupun Mac OS X. Ternyata Linux itu bagus, mereka kini sudah tahu.

Setelah break siang, kini para peserta sudah tahu seputar Open Source, Linux; dan masuk ke sesi praktek – Pemrograman Web.

Dijelaskan bahwa dengan Open Source, kita bisa dengan mudah membuat aplikasi Web. Yang kemudian bisa diakses dari seluruh dunia. Sebagian peserta terlihat seperti tidak percaya, sebagian tercengang, sebagian bingung. Rasanya mustahil bahwa hal secanggih itu sebetulnya mudah.

Maka sesi Pemrograman Web dimulai. Ternyata memang mudah – di akhir sesi, para peserta sudah bisa membuat script berbasis PHP, yang menginput dan memproses data dari form. Seluruh peserta kemudian bertepuk tangan dengan bangga, ternyata dalam waktu beberapa jam saja mereka sudah bisa membuat program untuk Web. Memang Open Source itu mudah dan memudahkan.

Sesi besok adalah membuat program Web, berbasis database, yang bisa digunakan untuk menyimpan data penduduk seluruh Timor Leste. Para peserta tertawa berbinar-binar, tidak sabar untuk menanti hari esok. Juga penasaran, apakah mereka akan sanggup membuatnya ?

Tapi melihat hasil hari ini yang demikian luar biasa, kita yakin mereka akan sanggup. Mari kita saksikan bersama-sama besok. Mudah-mudahan di akhir minggu ini, sudah bisa terbentuk komunitas developer yang handal di Timor Leste ini. Kita doakan dan usahakan bersama-sama!

Onno W. Purbo, Kemal Prihatman, Harry Sufehmi dan Muchlis berada di Dili, Timor Leste, pada 1-5 Juni 2009 untuk memberikan workshop seputar pemanfaatan teknologi informasi.