Wrong Selling Products Without a Manual Indonesian?

Ipad2
Ipad2

The case resulted in prison selling iPad widely criticized because of the ‘rubber articles’ in it. So what’s wrong with selling the product without the manual in Bahasa Indonesia?

To ITGazine, opinions are thrown Abhimanyu Wachdjoewidajat of academics and practitioners UIN Sharif Hidayatullah telematics, Saturday (07/02/2011).

“It seems increasingly clear that our laws are very short term nature, valid only when the Act was plotted and only for some time after the Act is set, if this is how weird it is now not always the House busy with the manufacture and repair of the Act, and by law can not be following day, impressed even create chapters ‘rubber’ which applied only to the interests of certain parties, “said the man who was familiarly called this Abah.

The two charges posted to Dian (42) and Randy (29) as the sellers there are two chapters. Abah also comment on each article is posted.

1. Since selling the iPad import-recognized as a thrift-and since bought in Singapore so it does not have a ‘manual in Indonesian language’ which violates Article 62 Paragraph (1) in conjunction with Article 8 Paragraph (1) Subparagraph j of Law 8 / 1999 on Consumer Protection for do not have the manual book in Indonesian language.

Continue reading “Wrong Selling Products Without a Manual Indonesian?”

Orang Indonesia Bantu Australia Juara di Imagine Cup

Jakarta – Ada kejadian unik dibalik pagelaran Imagine Cup 2008. Tim SOAK (Smart Operational Agriculture toolKit) asal Australia, yang menyabet juara 1 kategori software design di ajang ini, ternyata diperkuat orang Indonesia.

Dia adalah Dimaz Pramudya, mahasiswa Computer Science & Software Engineering di Swinburne University, Melbourne, Australia.

‘Keunikan’ ini mulai disadari detikINET ketika melihat keempat nama anggota tim SOAK yang beranggotakan David Burela, Dimaz Pramudya, Ed Hooper dan Long Zheng. Dilihat dari nama-nama tersebut, ada satu nama yang jika dilihat sepintas seakan tak asing dipakai di Indonesia.

Memang belum bisa dipastikan, meski bernama ‘lokal’, Dimaz bisa saja orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Australia. Namun hal ini diperkuat oleh e-mail dari pembaca bernama Rebecca Immanuel yang mengaku sebagai teman Dimaz.

“Saya baca pemenang Imagine Cup di www.detikinet.com =). Dannnnn……juara satu itu dari Australia dgn TEAM SOAK dari 4 orang peserta itu, ada 1 dari Indonesia…namanya Dimaz Pramudya =). Saya adalah teman dari dia hehehehee…,” tulis Rebecca dalam e-mailnya.

Di account facebooknya pun Dimaz terlihat fasih menuliskan kalimat berbahasa Indonesia. Hal ini terlihat ketika dia memberikan komentar terhadap suatu foto. Beberapa temannya juga tak jarang mengirim pesan kepada remaja ini dalam bahasa Indonesia.

Jika Dimaz memang benar asli orang Indonesia, hal ini tentunya sangat membanggakan. Sebab, di tengah berbagai pandangan negatif terhadap Indonesia, kita masih mempunyai putra tanah air yang berprestasi di kompetisi tingkat dunia.

Namun, di sisi lain, prestasi yang diraih Dimaz bisa membuat miris karena yang diusung justru nama negara lain. Hal semacam ini kerap terjadi di industri TI di mana banyak bakat asal Indonesia yang ‘hijrah’ ke luar negeri.