Masalah yang sempurna.

Beberapa waktu terakhir banyak sekali masalah yang datang silih berganti, tanpa kompromi. Seakan menuntut berbesar hati, dan harus melalui semua ini dengan bijak. Tanpa ada yang merasa dirugikan, dan tanpa ada yang merasa merugikan. Beberapa masalah sudah dapat terselesaikan dengan baik, dan mungkin tidak akan berbekas negatif -semoga-, karena semua memang dilandasi oleh niat baik untuk menyelesaikan masalah itu sendiri.

Lelah memang dengan semua masalah ini, namun semua memang harus tetap dijalani, tanpa harus ada rasa dipaksakan dan rasa penyesalan, karena semua masalah2 ini jika diselesaikan, -semoga- akan mempermudah kehidupan di tahap selanjutnya nanti. Banyak hal yang harus kupikirkan dengan cepat dan segera, dan ini sangat menguras tenaga dan fikiran. Hampir saja merasa putus asa, dan alhamdulillah dan semoga rasa putus asa itu tidak akan pernah ada dan tidak pernah terjadi pada diri ini. Semua itu atas pertolongan Allah SWT jika mengijinkan.

Rapuh.

Rapuh, mungkin hal itu yang sedang menghinggapi kondisiku saat ini. Banyak sekali masalah – masalah yang muncul, masalah – masalah kecil, sampe masalah2 yang cukup rumit untuk di selesaikan. Setelah di telusuri, sebenere masalah itu muncul dari aku sendiri. Mustinya jika ada masalah, langsung di selesaikan, tapi ini tidak, menumpuk masalah, hingga akhirnya terasa sangat berat. Ini pelajaran yang sangat berharga untuk di ingat dan untuk tidak di ulangi kembali. Seringnya menyepelekan masalah, bisa menumpuk masalah, dan akan menambah timbulnya masalah yang baru, yang mungkin nantinya sulit untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Tapi semua itu akan menjadikan diri ini semakin bijak dalam menyingkapi berbagai masalah yang datang, Insya Allah. dan dengan seperti ini, membuat diri ingin selalu dekat denganNya, memohon pertolonganNya, dan semakin memperkuat keyakinan, bahwa Dialah satu-satunya tempat untuk memohon pertolongan, tempat untuk berpijak di tempat yang selalu dalam kebenaran.

Jawara Indonesian Movie Award (IMA) 2009 ‘Laskar Pelangi’

Jakarta – Indonesia Movie Award (IMA) 2009 kembali digelar. Kali ini yang menjadi jawaranya adalah film ‘Laskar Pelangi’. Laskar pelangi dinobatkan sebagai film terbaik.

Tak hanya itu, film arahan sutradara berbakat Riri Riza dan Mira lesmana itu juga berhasil mengantarkan beberapa nama untuk mendapat piala Layar Emas IMA.

Zulfani pemeran Ikal kecil dalam film ‘Laskar Pelangi’ dinobatkan sebagai Pendatang baru terfavorit. Sedangkan Pemeran Utama Pria dan Wanita terbaik adalah Cut Mini yang memerankan Bu Mus, serta Ikranegara yang memerankan Pak Harfan, sang kepala sekolah yang bijak. Tak hanya itu, Nidji sang pengisi soundtrack pun dinobatkan sebagai soundtrack film terbaik 2009 dengan lagu ‘Laskar Pelangi’nya.

Rasanya tak berlebihan jika film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata itu dianggap sebagai film terbaik. Film yang menggambarkan tentang anak-anak yang serba kekurangan namun berani bermimpi telah memberikan banyak inspirasi bagi rakyat Indonesia.

Cerita Tentang Kepiting

Ada sebuah cerita menarik, silahkan disimak;

Beberapa tahun yang lalu, saya berkunjung ke kota Pontianak, teman saya disana mengajak saya memancing Kepiting.

Bagaimana cara memancing Kepiting ? Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah. Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Continue reading “Cerita Tentang Kepiting”