KISAH SEBUAH JAM

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”

“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita
anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.

About Google SandBox

Apakah Google Sandbox itu?
Istilah Google sandbox (GS), mesti kerap dipakai komunitas SEO, bukanlah official term yang dikenalkan Google. Yang memunculkan istilah itu adalah SEO-er dan webmaster untuk menggambarkan sebuah fenomena: sulitnya situs/domain baru menempatkan halaman-halamannya pada posisi atas di hasil pencarian Google. Fenomena ini sering dialami situs/domain baru dalam kurun enam bulan pertama hingga setahun sejak situs itu online.

Apakah Semua Situs/Domain Baru Terkena Google Sandbox?
Tidak. Sebagian situs baru tidak mengalami GS dan bisa memperoleh posisi bagus di halaman pencarian dalam waktu yang relatif singkat.

Mengapa Google Sandbox Ada?
Banyak pendapat yang menganggap GS merupakan salah satu upaya Google mengurangi Spam. Dengan adanya filter semacam GS, strategi SEO yang mengedepankan trik instan dan sering dipakai situs spam menjadi tak efektif. Misalnya, kecendrungan membeli link dari situs yang ber-PR tinggi.

Bisakah Situs Baru Menghindar dari Google Sandbox?
Meski ada upaya yang bisa dilakukan, namun tetap saja tidak menjamin sebuah situs baru bisa terhindar dari GS. Berikut ini dua rekomendasi yang pernah saya dapati:

  1. Terapkan teknik SEO dengan wajar. Jangan sampai melakukan optimasi berlebihan, seperti membangun cukup banyak link dalam waktu sekejap.
  2. Manfaatkan subdomain situs yang sudah established untuk membangun situs baru. Setelah situs itu mengalami proses indexing yang teratur, gunakan 301 redirect untuk mengarahkan Googlebot dan visitor ke domain baru yang diinginkan.

Sekali lagi, dua rekomendasi di atas tidak menjamin situs baru Anda bisa lolos dari GS.

Dari Akoemi.Com