Masalah yang sempurna.

Beberapa waktu terakhir banyak sekali masalah yang datang silih berganti, tanpa kompromi. Seakan menuntut berbesar hati, dan harus melalui semua ini dengan bijak. Tanpa ada yang merasa dirugikan, dan tanpa ada yang merasa merugikan. Beberapa masalah sudah dapat terselesaikan dengan baik, dan mungkin tidak akan berbekas negatif -semoga-, karena semua memang dilandasi oleh niat baik untuk menyelesaikan masalah itu sendiri.

Lelah memang dengan semua masalah ini, namun semua memang harus tetap dijalani, tanpa harus ada rasa dipaksakan dan rasa penyesalan, karena semua masalah2 ini jika diselesaikan, -semoga- akan mempermudah kehidupan di tahap selanjutnya nanti. Banyak hal yang harus kupikirkan dengan cepat dan segera, dan ini sangat menguras tenaga dan fikiran. Hampir saja merasa putus asa, dan alhamdulillah dan semoga rasa putus asa itu tidak akan pernah ada dan tidak pernah terjadi pada diri ini. Semua itu atas pertolongan Allah SWT jika mengijinkan.

Minggu yang Berat

Beberapa hari memang terasa agar berat ‘melakoni’nya, karna ada beberapa hal yang memang membuat semua terasa berat, hehe. Ada beberapa masalah yang tak kunjung selesai, dan selalu mengganjal dalam ‘kepala’ ini. Ditambah lagi, sakit sariawan dan pileg yang tak kunjung sembuh.

Tapi semua memang harus dilalui dengan keikhlasan dan semangat yang tiada habisnya. Mhh… Nunggu paypal cair + nunggu bayaran adsense, mudah2an adsense bisa cair dengan selamat, Amin.

Karna dengan cairnya adsense dan paypal, mungkin sakit sariawan dan pilegnya bisa agak sedikit reda ( kewkewkekwekwke ). Ya begitulah, kalo uang lagi menipis, biasanya pileg sama sariawan datang, kwekwkekw.

Rapuh.

Rapuh, mungkin hal itu yang sedang menghinggapi kondisiku saat ini. Banyak sekali masalah – masalah yang muncul, masalah – masalah kecil, sampe masalah2 yang cukup rumit untuk di selesaikan. Setelah di telusuri, sebenere masalah itu muncul dari aku sendiri. Mustinya jika ada masalah, langsung di selesaikan, tapi ini tidak, menumpuk masalah, hingga akhirnya terasa sangat berat. Ini pelajaran yang sangat berharga untuk di ingat dan untuk tidak di ulangi kembali. Seringnya menyepelekan masalah, bisa menumpuk masalah, dan akan menambah timbulnya masalah yang baru, yang mungkin nantinya sulit untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Tapi semua itu akan menjadikan diri ini semakin bijak dalam menyingkapi berbagai masalah yang datang, Insya Allah. dan dengan seperti ini, membuat diri ingin selalu dekat denganNya, memohon pertolonganNya, dan semakin memperkuat keyakinan, bahwa Dialah satu-satunya tempat untuk memohon pertolongan, tempat untuk berpijak di tempat yang selalu dalam kebenaran.

Secarik Motivasi: BERMAINLAH DEMI KESEGARAN GAIRAH ANDA

Hal yang kita pelajari di masa kecil adalah bermain. Kita berlari, bersembunyi, bahkan berkelahi pun sambil bermain. Orang tua yang bijak membiarkan anak-anaknya bermain demi mengajarkan kegembiraan. Entah mengapa ketika beranjak dewasa, semuanya begitu berubah. Hubungan bukan lagi pertemanan. Persaingan kehilangan kelakarnya. Kerja hanya demi kepentingan diri sendiri.

Tak musykil bila keceriaan cepat memudar; tergantikan oleh prasangka dan tekanan. Padahal dunia dapat dipandang sebagai sebuah permainan. Usia membawa kebijakan; namun itu tak berarti anda harus
kehilangan keriangan tanpa menjadi kekanak-kanakan.
Amati perilaku hewan-hewan; kambing muda saling tanduk-menanduk; lumba-lumba berlompatan di permukaan air; anak kucing pun berguling bercakaran. Bahkan hewan pun melatih dirinya lewat bermain. Bermain pertanda gerak intelegensi dan kesegaran emosi. Kata orang bijak, anda mengenal orang lebih baik dengan mengajaknya bermain satu jam daripada berbicara berjam-jam. Jagalah gairah.
Namun, tetaplah bersungguh-sungguh dalam komitmen.