Arsenal Datangkan Kiper Baru, Almunia Hijrah

Almunia Hijrah
Almunia Hijrah

Manuel Almunia mengancam hijrah jika posisinya sebagai kiper nomor 1 tidak mendapatkan garansi dari Arsenal.

Kiper asal Spanyol ini memang mulai gerah setelah The Gunners dihubungkan dengan banyak kiper. Manajer Arsenal, Arsene Wenger memang terang-terangan sedang berburu kiper.

Bahkan pada awal musim panas ini, chairman Arsenal, Peter Hill-Wood telah mengincar kiper Fulham, Mark Schwarzer. Sayangnya, Arsenal gagal menemui kata sepakat dengan Fulham. Dan Wenger mengalihkan bidikan kepada kiper Liverpool, Pepe Reina dan salah satu dari duet kiper Manchester City, Joe Hart dan Shay Given. Continue reading “Arsenal Datangkan Kiper Baru, Almunia Hijrah”

Petr Cech Bantah Gabung ke Real Madrid

Petr Cech
Petr Cech

Penjaga gawang Chelsea Petr Cech menanggapi dengan serius tentang berhembusnya kabar dirinya akan hijrah ke Real Madrid. Menurut Cech, kabar itu hanya bohong belaka.

Sebab, posisi penjaga gawang di Madrid yang saat ini ditempati oleh Iker Casillas tidak mungkin tergantikan. Apalagi, kapten timnas Spanyol itu sebeleumnya tampil gemilang di Piala Dunia 2010.

Karena itu, ia tidak mungkin meninggalkan The Blues untuk hengkang ke Madrid. Sampai saat ini, ia tetap setia bersama Chelsea. Continue reading “Petr Cech Bantah Gabung ke Real Madrid”

Orang Indonesia Bantu Australia Juara di Imagine Cup

Jakarta – Ada kejadian unik dibalik pagelaran Imagine Cup 2008. Tim SOAK (Smart Operational Agriculture toolKit) asal Australia, yang menyabet juara 1 kategori software design di ajang ini, ternyata diperkuat orang Indonesia.

Dia adalah Dimaz Pramudya, mahasiswa Computer Science & Software Engineering di Swinburne University, Melbourne, Australia.

‘Keunikan’ ini mulai disadari detikINET ketika melihat keempat nama anggota tim SOAK yang beranggotakan David Burela, Dimaz Pramudya, Ed Hooper dan Long Zheng. Dilihat dari nama-nama tersebut, ada satu nama yang jika dilihat sepintas seakan tak asing dipakai di Indonesia.

Memang belum bisa dipastikan, meski bernama ‘lokal’, Dimaz bisa saja orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Australia. Namun hal ini diperkuat oleh e-mail dari pembaca bernama Rebecca Immanuel yang mengaku sebagai teman Dimaz.

“Saya baca pemenang Imagine Cup di www.detikinet.com =). Dannnnn……juara satu itu dari Australia dgn TEAM SOAK dari 4 orang peserta itu, ada 1 dari Indonesia…namanya Dimaz Pramudya =). Saya adalah teman dari dia hehehehee…,” tulis Rebecca dalam e-mailnya.

Di account facebooknya pun Dimaz terlihat fasih menuliskan kalimat berbahasa Indonesia. Hal ini terlihat ketika dia memberikan komentar terhadap suatu foto. Beberapa temannya juga tak jarang mengirim pesan kepada remaja ini dalam bahasa Indonesia.

Jika Dimaz memang benar asli orang Indonesia, hal ini tentunya sangat membanggakan. Sebab, di tengah berbagai pandangan negatif terhadap Indonesia, kita masih mempunyai putra tanah air yang berprestasi di kompetisi tingkat dunia.

Namun, di sisi lain, prestasi yang diraih Dimaz bisa membuat miris karena yang diusung justru nama negara lain. Hal semacam ini kerap terjadi di industri TI di mana banyak bakat asal Indonesia yang ‘hijrah’ ke luar negeri.