Kisah Tentang Bilal

Sayyidina Bilal RA muadzin Nabi SAW seorang yang asalnya budak dan sekarang kita panggil Sayyid (tuan) karena kemuliaannya menjadi Sahabat Muhammad SAW

Setelah wafat Nabi SAW ia pun meninggalkan kota Madinah , karena merasa nggak mampu untuk tinggal di kota Nabi – tanpa sang Nabi.

Selang beberapa waktu setelah tinggal di kota tujuannya, dia memimpikan Rasulullah SAW yang mengisyaratkannya untuk kembali ke Madinah. Maka ia pun kembali ke Madinah.Setibanya di Madinah, beliau disambut oleh Sayyidina Abu Bakar Shiddig RA dan memintanya untuk kembali menjadi muadzin di kota Madinah sebagaimana dulu ia adzan untuk Nabi SAW

Ia menolak, “Tidak akan ana adzan selain untuk Nabi SAW.”

Sayyidina Umar RA pun memaksa dan Bilal menolak. Begitu pula segenap para sahabat berupaya memaksanya dan ia masih menolak.Maka pulang Sayyidina Ali dan membisikkan kepada kedua anaknya Sayyidina Al Hasan Dan Al Husain untuk meminta Bilal Adzan di Madinah

Continue reading “Kisah Tentang Bilal”

Perpanjangan Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara.

Satu diantara 8 wanita berisiko terkena kanker payudara. Kendati terjadi penurunan angka kematian, angka kejadiannya terus meningkat, termasuk indonesia. Kenaikan angka kejadian tersebut karena makin banyaknya pasien yang terdeteksi kanker pembunuh nomor dua setelah kanker paru ini.

Di Amerika serikat, jumlah pasien terdiagnosis kanker payudara tahun lalu diperkirakan 250.000. Sebanyak 40.000 diantaranya meninggal.

“Di Indonesia, kurva angka kejadian meningkat pada usia di atas 30 tahun, dan yang paling tinggi pada kelompok usia 45 – 66 tahun”, kata staf Tim Kerja Kanker Payudara RS Kanker Dharmais Jakarta, Samuel J Haryono, SpB(K)Onk.

Hingga kini, penyebab kanker payudara belum secara pasti diketahui, namun, hasil riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara, antara lain :

Riwayat Keluarga. Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, terutama pada lini pertama (ayah, saudara kandung perempuan, atau anak kandung perempuan) berisiko lebih tinggi mengalami kanker payudara.
Usia pada saat melahirkan, wanita yang baru melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun keatas.
Mutasi Gen BRCA1 dan BRCA2
Usia, Data menunjukkan, 78% terjadi pada usia 59 tahun ke atas.
Tidak memiliki anak, Periode menstruasi yang lebih lama (haid pertama terlalu cepat atau monopause yang terlambat).
Faktor Hormonal, (baik estrogen maupun androgen)
Gaya Hidup.

Incoming search terms:

jumlah penderita kanker payudara di indonesia tahun 2010, angka kejadian kanker payudara di indonesia tahun 2010

Karakter Manusia Dari Cara Mengupil

Kita dapat melihat karakter-karakter manusia itu dari berbagai macam cara dan sudut pandang, salah satunya dapat kita lihat dari cara mengupil.

Berikut ini adalah karakter manusia yang dapat kita lihat dari cara mengupil. Ini adalah hasil survey, riset, penelitian dari berbagai sumber dan hampir-hampir mendekati benar karena sudah dipresentasikan dan dipertahankan di hadapan dewan pakar per-upilan. Mungkin saja ada salah satu karakter dibawah ini yang sama atau hampir sama dengan karakter Anda, silahkan anda simak baik-baik :

Orang yang taat beragama,

Berdoa dulu sebelum ngupil.

Orang yang tidak berpendidikan,

Menggunakan jari orang lain untuk ngupil.

Orang yang suka ganti suasana,

Selalu menggunakan jari yang berbeda tiap kali ngupil

Orang yang menganggap waktu adalah uang,

Kalo ngupil, 2 lobang sekaligus (Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui)

Orang yang perfeksionis,

Kalo mau ngupil ia mencuci tangannya sampai bersih. Setelah ngupil, tangannya dicuci lagi, dan hidungnya dikompres dengan alkohol, untuk mencegah terjadinya infeksi karena saat ngupil, bisa saja jari tangan melukai hidung.

Orang yang tidak berpendidikan tapi punya sopan santun,

Menggunakan jari orang lain untuk ngupil, dan mengucapkan terima kasih setelah selesai.

Orang yang inovatif,

Menggunakan jari kaki untuk ngupil

Orang berjiwa samurai,

Saat ngupil, jari dimasukkan ke hidung, ditarik ke atas, diturunkan kebawah,tarik ke kiri kemudian tarik ke kanan.

Orang yang suka petualangan,

Selalu mencoba untuk meraih celah yang tak pernah diraih tiap kali ngupil.

Orang yang mempunyai time-management yang tinggi,

Ada jadwal tuk ngupil per minggu, dan selang waktu untuk ngupil tiap kalingupil.

Orang yang bagaikan punguk merindukan bulan,

Mencoba untuk melompat lompat, dan mengharapkan upilnya akan turun dengan sendirinya.

Orang yang punya kecenderungan “Psychopath” ,

Hanya akan berhenti ngupil setelah hidungnya berdarah.

Orang yang nggak tahan digelitik,

Sambil ngupil, sambil tertawa.

Orang yang mengikuti perkembangan teknologi,

Ngupil dengan memakai antenna handphone.

Orang yang nggak mau menghabiskan waktu untuk melakukan hal sia-sia,

Membuka lebar hidungnya dan menyuruh orang lain untuk mengintip apakah ada upil di dalam, karena nggak mau sia-sia masukin jari ke hidung tapi ternyata nggak ada upil.

Orang yang berjiwa oriental,

Menggunakan sumpit untuk ngupil.

Orang yang pilih kasih,

Hanya ngupil lobang hidung sebelah kiri, sedangkan yang kanan dibiarkan begitu saja.

Orang yang adil, arif dan bijaksana,

Kalo upil dari lobang hidung sebelah kiri lebih banyak dibanding upil dari hidung sebelah kanan, maka dia akan masukkan sedikit upil dari lobang hidung sebelah kiri kedalam lobang hidung sebelah kanan, baru mulai ngupil lagi.

Orang yang plin plan, alias baru makan buah simalakama,

Ngupil salah, nggak ngupil salah, ngupil salah, nggak ngupil salah, ya udah… ngupil aja deh!

Orang yang latah,

Saat kuku tangan tanpa sengaja melukai hidung, maka dia akan berteriak “EH MAMA KU UPIL EH UPIL KU MAMA”

Orang yang pelupa,

Saat jari tangan sudah di dalam hidung, sesaat dia lupa apa yang ingin dialakukan dengan memasukkan jari ke hidung.

Orang yang ceroboh,

Orang yang setelah selesai ngupil lobang hidung sebelah kiri, kemudian lupa untuk ngupil lobang hidung sebelah kanan.

Orang yang punya kecenderungan “Copy Cat”,

Setelah ngupil, dia akan berkata; “Ngupil? Siapa takut…”