Setelah Album, Buku dan Film, NOAH Masih Punya Kejutan

NOAH menjadi salah satu grup band papan atas Indonesia yang sangat sibuk. Sukses dengan album dan buku, mereka kini tengah menggarap film. Tapi, ternyata itu belum semua.

Mereka masih punya kejutan. Sang vokalis, Ariel menuturkan bahwa sejauh ini segala rencana mereka sudah berjalan sesuai dengan keinginan mereka.

“Kalau kita masih banyak yang mau dilakuin lagi. Cuma masih, ya kalau yang masih belum pasti, kita belum mau kasih tahu,” ujar Ariel saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (15/7/2013).

“Terus, kalau pun sesuatu ada yang pasti dan itu besar sekali, jadi kita simpen dulu. Sifatnya kejutan kali nanti. Cuma apa yang mau kita lakuin ke depannya masih banyak sih,” sambungnya.

NOAH sepertinya memang sudah menyiapkan rencana besar sejak awal. Kini, mereka tinggal menjalaninya satu per satu.

“Sebenarnya master planning yang kita jalanin sudah ada. Tapi kita jalanin dululah apa yang ada di depan kita. Kalau target beres, pasti ada target-target berikutnya,” timpal sang gitaris, Uki.

Band Vierra Ganti Nama Jadi Vierratale

Vierratale
Vierratale

Sudah empat tahun Kevin, Raka, Tryan, dan Widi berkarya bersama lewat band Vierra. Namun kini mereka memutuskan untuk mengganti nama yang sudah dikenal baik oleh masyarakat tersebut.

Para punggawa Vierra berkata, selama empat tahun mereka telah berkembang, serta mengalami berbagai proses pembelajaran. Baik dari segi imej, kreativitas, musikalitas, juga kedewasaan dalam berkarya.

Melalui berbagai hal itu, band Vierra sepakat mengganti nama menjadi Vierratale. Lewat perubahan itu, band yang hits lewat single ‘Dengarkan Curhatku’ tersebut berharap bisa jadi lebih baik lagi.

“Kita pengen nambah semangat baru, konsepnya juga. Kita umurnya tambah, jadi semakin nambah pengalaman, dan semangatnya nambah juga,” ungkap Raka dalam jumpa pers di Lucro Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2013).

Lewat single terbaru ciptaan Kevin berjudul, ‘Cinta Butuh Waktu’, Vierratale tetap optimis bisa merebut hati para penggemarnya. Band yang kini bernaung di bawah label Aprilio Kingdom itu masih mengangkat tema soal kisah percintaan remaja.

Galaxy S III Mini Dijual Rp 3,5 Juta di Indonesia

Galaxy S III MiniSamsung memasarkan handset baru pertamanya di tahun 2013 untuk pasar Indonesia, yaitu Samsung Galaxy S III Mini. Handset ini merupakan  versi mungil dari Galaxy S III dengan banderol lebih terjangkau. Jika Galaxy S III masih dijual di atas Rp 5 juta, maka S III Mini dapat ditebus dengan Rp 3,5 juta. Handset ini mulai dapat diperoleh di berbagai toko mulai tanggal 19 Januari 2013.

“Handset ini ditujukan untuk kawula muda. Misalnya dengan adanya fitur best shot untuk memilih fitur terbaik, dan kami juga jual dengan best price,” kata Ega Praditya, Product Marketing Manager Mobile Division Samsung Indonesia di Plaza Senayan, Selasa (15/1/2013).

Dibandingkan Galaxy S III, spesifikasi S III Mini dipangkas lumayan banyak. Dari sisi prosesor contohnya, S III Mini menyandang dual core 1 GHz, sedangkan S III sudah quad core.

Layar S III Mini resolusinya 480×800 pixel teknologi Super Amoled. Tidak istimewa memang namun cukup lumayan untuk ukuran handset kelas menengah. Apalagi yang ditawarkannya?

S III Mini memakai kamera resolusi 5 megapixel dengan LED Flash, kamera depan VGA, memori internal 8 GB, RAM 1 GB, slot microSD, baterai 1.500 mAh, bluetooth 4.0, dan sistem operasi Android Jelly Bean.

Dari sisi software, S III Mini dibekali fitur seperti Galaxy S III. Misalnya Smart Stay yang membuat layar tetap menyala selama mata pengguna menatapnya.

Kemudian S Voice yang memungkinkan pengguna memerintah smartphone dengan suara. Ataupun Direct Call untuk melakukan panggilan hanya dengan mengangkat ponsel dan didekatkan ke telinga saat sedang menulis atau membaca pesan dari seseorang.

MUI Haramkan Bersedekah kepada Pengemis di Jalanan

pengemis
pengemis

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mengharamkan memberi uang kepada peminta-minta di perempatan jalan. MUI tidak sembarang bicara. MUI memiliki alasan kuat, salah satunya peminta-minta itu terkoordinir dalam suatu jaringan.

“MUI memberi fatwa baik yang meminta dan memberi. Yang memberi dan peminta-minta ini MUI mengharamkan. Di perempatan banyak, apalagi yang sudah dikoordinir, ada bosnya,” jelas Sekjen MUI Samsul Maarif usai bertemu Wagub DKI Basuki T Purnama, di balai kota DKI, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Samsul menegaskan, dirinya saat bertemu Ahok membahas Perda No 8/2008 tentang ketertiban umum. MUI menilai selama ini pelaksanaan Perda itu tidak maksimal.

“Di perempatan masih banyak peminta-peminta. Memberi yang ada di tempat tidak pas itu dilarang oleh agama, merugikan banyak orang, menimbulkan kerawanan,” terang Samsul.

Samsul menegaskan, apapun alasannya, memberi uang kepada peminta-minta itu tidak dibenarkan. “Baik yang meminta dan memberi itu tidak dibenarkan,” tuturnya.