Rapuh.

Rapuh, mungkin hal itu yang sedang menghinggapi kondisiku saat ini. Banyak sekali masalah – masalah yang muncul, masalah – masalah kecil, sampe masalah2 yang cukup rumit untuk di selesaikan. Setelah di telusuri, sebenere masalah itu muncul dari aku sendiri. Mustinya jika ada masalah, langsung di selesaikan, tapi ini tidak, menumpuk masalah, hingga akhirnya terasa sangat berat. Ini pelajaran yang sangat berharga untuk di ingat dan untuk tidak di ulangi kembali. Seringnya menyepelekan masalah, bisa menumpuk masalah, dan akan menambah timbulnya masalah yang baru, yang mungkin nantinya sulit untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Tapi semua itu akan menjadikan diri ini semakin bijak dalam menyingkapi berbagai masalah yang datang, Insya Allah. dan dengan seperti ini, membuat diri ingin selalu dekat denganNya, memohon pertolonganNya, dan semakin memperkuat keyakinan, bahwa Dialah satu-satunya tempat untuk memohon pertolongan, tempat untuk berpijak di tempat yang selalu dalam kebenaran.

PLN dan Antrian Panjang

Siang tadi berangkat menuju PLN di  bhayangkara ( deket bunderan mastrip jember ) buat bayar tagihan listrik yg 2 bulan terakhir ini belum terbayar. Sebenarnya sama istri, setiap awal bulan selalu di ingatkan, cuma aku saja yang agak bandel males berangkat buat bayar listrik. Akhirnya setelah nunggak, baru kerasa antrian yang sangat panjang.

Siang tadi kalo di hitung2 aku nunggu lebih dari 100 antrian. Hampir 1 Jam lebih tadi aku menunggu sambil berdiri ( karna stok kursi tunggu sudah habis ). Petugas teller tadi cuma ada 2, menangani ratusan orang yang datang buat bayar listrik. Mungkin karna batas waktu yang ditentukan untuk akhir pembayaran PLN hingga tanggal 10. Bulan lalu kalo ndak salah, batas ahir pembayaran tanggal 20 ato 24, sekarang di majukan ke tanggal 10. Akhirnya pelanggan berdesak2an untuk membayar tagihan.

Ya mungkin kata istriku benar, ini untuk pembelajaran agar tidak telat bayar tagihan pln, biar ndak ngantri lagi sampe dengkul rasanya gemeteran.

Ada apa dengan PayingPost ?

PayingPost lagi ngambeg, beberapa hari ini tidak menunjukkan ke aktifannya lagi dalam menanggapi member. Entah itu tanggapan akan pendaftaran blog baru, tanggapan terhadap review yang sudah di kerjakan oleh member. Akankah PayingPost mengikuti jejak broker tidak bertanggung jawab.

Mudah-mudahan tidak, dari beberapa komentar temen temen yang ikut dalam payingpost, mereka banyak yang mengeluh akhir-akhir ini. Payout awalnya dulu $25, kemudian di naikkan $50, nah sekarang di naikin lagi jadi $100.

Penulis sendiri sudah hampir $100, tinggal 1 review lagi dah lebih dari $100, dan mudah mudahan bulan depan bisa terbayar. Soalnya sudah mikir mumet-mumet buat bahan artikel, kalo sampe ndak di bayar ya …

Tapi dari beberapa teman, mereka mengaku ada yang sudah di bayar, ya, yang penting tetep semangat, mudah – mudahan mereka benar benar profesional, agar tidak melukai bisnis review, payingpost.

kangen – kangenan di kawah ijen …..

22-23 maret 2008.

alhamdulilah, akhirnya terkabul juga keinginan buat merasakan lagi dinginnya kawah ijen, ….. sudah setahun lebih ndak kesana, rasae sekarang sudah lega 😉

berangkat sabtu, 22 maret 2008,  sendirian dari jember ke bondowoso, lalu njemput sahabat karibku (om mansur, yang selama ini sangat setia menemaniku memenuhi keinginanku untuk naek2 ke gunung di seantero besuki wekkkk!)

jam 10,30pg berangkat berdua ke gardu atak (bondowoso), disana berhenti di sebuah pemberhentian kendaraan umum, istirahat sambil nunggu om dicky dari situbondo yg mo ikutan naek juga.

seperempat jam menunggu akhirnya dateng juga om dicky, lalu bertiga berangkat menyusuri indahnya jalan menuju ijen.

sampe di perkampungan sempol, mampir ke masjid sebentar, waktu itu menunjukkan pukul 13.00 kurang seperempat. Slesai sholat, langsung melanjutkan perjalanan lagi …

sampe sempol, kami mampir ke air terjun yg ada dibelawan, di lokasi menuju air terjun, ada sebuah tempat pancuran air, airnya sangat  hangat ketika diusapkan ke wajah, rasanya hangat dan segar sekali ….

kata orang sana sih, air itu aliran dari kawah ijen, sehingga agak sedikit ada bau belirangnya …… ndak tau juga. tapi yang jelas, enak sekali kalo dibuat membilas wajah …. rasanya pingin mandi juga 😉

selesai melihat lokasi air terjun,  terasa cacing perut sudah demo teriak teriak ndak karuan, akhirnya membuka ‘bontotan’ dari rumah, nasi gulung + sambel goreng kacang tempe + sambel bajak + terong rebus …. mmmm nyammmmm……

sambil makan, sambil memasak air buat bikin kopi, dengan tenaga paravin,  10 menit saja sudah mendidih, bau semerbak  paravin mengingatkan aku pada masa2 yang lalu, waktu masih sering mendaki bersama teman – teman waktu itu ,,,, sejenak terlintas bayangan hutan di ardi saeng bondowoso, bromo, ijen, di maha meru, di ….. wah kalo di inget2, jadi bener2 kangen sama temen – temen ….

waktu enak2nya makan tiba2 turun hujan 😉 ndak apa2, menikmati hangatnya kopi sambil memandang tetesan air hujan, lengkap sudah keindahannya …. 😉

setelah sekian lama menanti hujan reda, akhirnya kami meneruskan perjalanan lagi ,,,, di sepanjang perjalanan, rasa syukur tak henti2 terpanjatkan melihat pemandangan yang begitu indah ….. pohon – pohon, hamparan pegunungan hijau ,,,,,,,  disetiap lokasi pemandangan yang sangat indah, tak terlewatkan oleh kamera yg kami bawa …..

waktu enak2nya foto, ada sms dari om novi, ternyata dia sama de’ intan sudah sampe ‘pondok wisata’, tempat dimana kami janjian untuk ketemuan…. om novi dan intan berangkat dari banyuwangi ….

skitar 1 jam setelahnya, temen2 kami yang lain juga dateng, welly,  de’ aris, mas yuza sama nexi, akhirnya total dari kami 9 orang 😉

—— to be continued