Google SandBox

Sepertinya rumahku sudah masuk kedalam Google SandBox ;'( hiks. kenapa yakin sekali, karena traffic blog ini tidak seperti biasanya. Kemaren dalam sehari tidak sampai 10 visitor yang masuk melalui Search Engine. Parah Poll. Sebenarnya bukan karena blog ini sendiri yang mengakibatkan masuk sandbox, tapi karena ada auto blog di subdomain blog ini. Memang dari sebelumnya sudah aku perkirakan sendiri kalo memang nantinya pasti akan masuk sandbox, dan ternyata benar, Masuk Google SandBox, Selamat atas ramalanku sendiri, kwekwkewk.

Tapi ndak apa-apa, beberapa kali pengalaman terakhir sudah memberikan banyak sekali pengetahuan, utamanya yang berhubungan dengan bagaimana keluar dari google sandbox, dan hanya ada beberapa cara saja yang bisa dilakukan, seperti mencari quality backlink, posting natural, dan yang terakhir adalah pasrah, kwkekwekw.

About Google SandBox

Apakah Google Sandbox itu?
Istilah Google sandbox (GS), mesti kerap dipakai komunitas SEO, bukanlah official term yang dikenalkan Google. Yang memunculkan istilah itu adalah SEO-er dan webmaster untuk menggambarkan sebuah fenomena: sulitnya situs/domain baru menempatkan halaman-halamannya pada posisi atas di hasil pencarian Google. Fenomena ini sering dialami situs/domain baru dalam kurun enam bulan pertama hingga setahun sejak situs itu online.

Apakah Semua Situs/Domain Baru Terkena Google Sandbox?
Tidak. Sebagian situs baru tidak mengalami GS dan bisa memperoleh posisi bagus di halaman pencarian dalam waktu yang relatif singkat.

Mengapa Google Sandbox Ada?
Banyak pendapat yang menganggap GS merupakan salah satu upaya Google mengurangi Spam. Dengan adanya filter semacam GS, strategi SEO yang mengedepankan trik instan dan sering dipakai situs spam menjadi tak efektif. Misalnya, kecendrungan membeli link dari situs yang ber-PR tinggi.

Bisakah Situs Baru Menghindar dari Google Sandbox?
Meski ada upaya yang bisa dilakukan, namun tetap saja tidak menjamin sebuah situs baru bisa terhindar dari GS. Berikut ini dua rekomendasi yang pernah saya dapati:

  1. Terapkan teknik SEO dengan wajar. Jangan sampai melakukan optimasi berlebihan, seperti membangun cukup banyak link dalam waktu sekejap.
  2. Manfaatkan subdomain situs yang sudah established untuk membangun situs baru. Setelah situs itu mengalami proses indexing yang teratur, gunakan 301 redirect untuk mengarahkan Googlebot dan visitor ke domain baru yang diinginkan.

Sekali lagi, dua rekomendasi di atas tidak menjamin situs baru Anda bisa lolos dari GS.

Dari Akoemi.Com