Happy Birthday untuk Istriku Tercinta.

Selamat Ulang Tahun untuk istriku tercinta ( feb 15 ), semoga di usia yang semakin dewasa ini, bisa lebih baik, bisa lebih mencintai suami, anak dan keluarga, bisa tercapai segala mimpi dan cita-cita, Semoga selalu sukses dalam segala hal, dan Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.

Perpanjangan Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara.

Satu diantara 8 wanita berisiko terkena kanker payudara. Kendati terjadi penurunan angka kematian, angka kejadiannya terus meningkat, termasuk indonesia. Kenaikan angka kejadian tersebut karena makin banyaknya pasien yang terdeteksi kanker pembunuh nomor dua setelah kanker paru ini.

Di Amerika serikat, jumlah pasien terdiagnosis kanker payudara tahun lalu diperkirakan 250.000. Sebanyak 40.000 diantaranya meninggal.

“Di Indonesia, kurva angka kejadian meningkat pada usia di atas 30 tahun, dan yang paling tinggi pada kelompok usia 45 – 66 tahun”, kata staf Tim Kerja Kanker Payudara RS Kanker Dharmais Jakarta, Samuel J Haryono, SpB(K)Onk.

Hingga kini, penyebab kanker payudara belum secara pasti diketahui, namun, hasil riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara, antara lain :

Riwayat Keluarga. Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, terutama pada lini pertama (ayah, saudara kandung perempuan, atau anak kandung perempuan) berisiko lebih tinggi mengalami kanker payudara.
Usia pada saat melahirkan, wanita yang baru melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun keatas.
Mutasi Gen BRCA1 dan BRCA2
Usia, Data menunjukkan, 78% terjadi pada usia 59 tahun ke atas.
Tidak memiliki anak, Periode menstruasi yang lebih lama (haid pertama terlalu cepat atau monopause yang terlambat).
Faktor Hormonal, (baik estrogen maupun androgen)
Gaya Hidup.

Incoming search terms:

jumlah penderita kanker payudara di indonesia tahun 2010, angka kejadian kanker payudara di indonesia tahun 2010

Secarik Motivasi: BERMAINLAH DEMI KESEGARAN GAIRAH ANDA

Hal yang kita pelajari di masa kecil adalah bermain. Kita berlari, bersembunyi, bahkan berkelahi pun sambil bermain. Orang tua yang bijak membiarkan anak-anaknya bermain demi mengajarkan kegembiraan. Entah mengapa ketika beranjak dewasa, semuanya begitu berubah. Hubungan bukan lagi pertemanan. Persaingan kehilangan kelakarnya. Kerja hanya demi kepentingan diri sendiri.

Tak musykil bila keceriaan cepat memudar; tergantikan oleh prasangka dan tekanan. Padahal dunia dapat dipandang sebagai sebuah permainan. Usia membawa kebijakan; namun itu tak berarti anda harus
kehilangan keriangan tanpa menjadi kekanak-kanakan.
Amati perilaku hewan-hewan; kambing muda saling tanduk-menanduk; lumba-lumba berlompatan di permukaan air; anak kucing pun berguling bercakaran. Bahkan hewan pun melatih dirinya lewat bermain. Bermain pertanda gerak intelegensi dan kesegaran emosi. Kata orang bijak, anda mengenal orang lebih baik dengan mengajaknya bermain satu jam daripada berbicara berjam-jam. Jagalah gairah.
Namun, tetaplah bersungguh-sungguh dalam komitmen.